GOLPUT sama dengan PENGECUT
Pemilihan walikota Bandung telah selesai, meskipun belum memasuki acara pelantikan bolehlah saya mengucapkan selamat kepada Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Ada satu catatan yang saya sesalkan pada pelaksanaan Pilwalkot kali ini yaitu tingginya angka GOLPUT, atau warga Bandung yang tidak menggunakan hak pilihnya. Pada situs resmi KPU Kota Bandung, terlihat bahwa jumlah GOLPUT sebanyak 456.428 warga atau sekitar 30,19 %.
GOLPUT memang sebuah pilihan, namun dari sudut pandang seorang Rully bagja Patria itu adalah sebuah pilihan PENGECUT. Pilihan dari manusia-manusia yang terlalu takut salah, tidak memiliki keberanian, apatis, individualis dan egois. Golongan inilah yang akan berada paling depan untuk menghujat saat pemimpin terpilih ternyata tidak sesuai harapan.
“Bener kan apa yang gua bilang“
“Untung gua ga milih“
“Sama aja kan kayak yang dulu-dulu, janji doank bisanya“
Bukankah jauh lebih baik berbuat dan mengalami kegagalan daripada tidak berbuat apa-apa?
Bukankah jauh lebih terhormat ikut terlibat daripada hanya sekadar menghujat?
Kita tidak akan melihat Bandung menjadi lebih baik dengan hanya diam. Jika sang-golongan-pengecut ini beralasan bahwa tidak tersedianya pilihan yang sesuai dengan hati mereka, saya akan menjawab, bukankah lebih mulia jika kita memilih yang paling baik di antara yang buruk daripada kita hanya tertunduk saat melihat yang paling buruk maju sebagai pemenang?
Dan jika sang-golongan-pengecut ini kembali berkata bahwa golput itu pilihan yang harus saya hargai karena ini negara demokratis yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, saya menjawab, karena azas demokrasi itulah saya berpendapat bahwa GOLPUT sama dengan PENGECUT.
Untuk yang tidak setuju dengan saya, silahkan berpendapat.
(Ditulis sebagai bentuk kekecewaan terhadap 456.428 warga Bandung yang memilih untuk menjadi PENGECUT)







busyeeetttttt tidak memilihnya setengahnya dari suara sah gitu!!! 50% bo!!!
coba klo mereka milih, siapa tau keadaan akan berubah. Ah emang dasar pengecut!
btw kenapa ‘bagja’nya dimiringin??
Setidaknya memilih yang terbaik diantara yang terburuk..
pandangan yang terlalu skeptis.
golput memang pilihan. terkadang berjuang tidak memerlukan tindakan. kita harus lihat secara lebih objektif.
bagi orang2 yang memang ngak punya paradigma sosial yang baik, golput dianggap sebuah kesalahan. bukan tidak berani mengambil resiko, tapi justru ngak memilih memiliki resiko terbesar dibandingkan yang lainnya. setidaknya, punya pendirian adalah lebih baik daripada ngikut2 orang yang padahal dia sendiri ngak punya pijakan untuk apa dia memilih dan apa yang dia pilih.
gimana mw maju kalo pada golput..
golput memang sedang jadi fenomena, kang rully. bisa jadi mereka ndak cocok sama calon yang muncul!
waaah, gw gak punya ktp bandung, jadinya gak milih deeeh….
Saya gak milih bukan karena pengecut kang, tapi karena saya bukan orang Bandung
Kasian ya…ketika Negri ini butuh pemimpin, masih ada juga yang tak bisa memberikan hak suaranya, Padahal negeri kita Demokrasi. Butuh suara dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Ketika calon pemimpin belum maju, gawatnya sudah di prediksi bakal gak bener, padahal belum tentu.
Sayangnya lagi setelah terpilih…visi dan misi sudah tidak dalam rel nya lagi….
Kenapa jadi GOLPUT? Saya pikir warga yang belum baik ini belum berfikir. kalau berasa dirinya yakin bisa jadi pemimpin kenapa tidak membentuk calon independent saja? *mode on: kabur ah*
weh… udahan toh pilwakot nyah… kang dada yg menang??
hehehe… selamad mempunyai walikota baru deh buat urang bandung ^^ Merdeka!!
bisa jadi 30,19 % – nya itu warga miskin yang boro2 mikirin gitu2an, yg tiap hari mikirnya cumen harus bisa bikin dapur ngebul …
gak tau juga sih, hehe
semakin banyaknya golongan putih menurut gw muncul karena semakin rendahnya tingkat kepercayaaan masy Indo sama yang namanya pemerintahan Indonesia
duhhh.. maaf baru bisa berkunjung balik. makasih ya dah dikomentari di kaskus. saya sampe skrg blm terima e-mail konfirmasi dari kaskus jd gak bisa kasih komplen ke org yg copy paste postinganku. Btw aku jg kadang jadi golput hehehe bukan krn pengecut tp krn gak didata hehehe… maklum sering pindah2
golput belum tentu tidak punya suatu pilihan…..
Justru golput itu adalah suatu bentuk pilihan..
Karena jalan perubahan tidak harus selalu melalui kursi parlemen.
satu sisi, kita terlalu tok mengambil sistem ini tanpa berpikir secara politis-ideologi sehingga mengikuti trend saja, ketika nyoblos ya dilihat mana yang terbaik….
menurut saya itu malah menjadikan wujud idealis pilihan kita semakin jauh panggang dari api.
Kalau yang terpilih yang paling buruk, bukan saatnya untuk tertunduk tapi justru saatnya untuk kemudian menjadi kontrol penyeimbang keadaan tersebut…Dan jangan hanya tok terpikir untuk demonstrasi sahaja.
Tugas2 dan fungsi partai politik paling penting adalah fungsi agregasi (penggumpalan ide atau gagasan yang berkembang di tengah masyarakat), fungsi edukasi (pendidikan politik rakyat), fungsi artikulasi (penyampaian aspirasi rakyat), dan fungsi rekrutmen (Sigmund Neumann, 1981). dan perubahan yang terjadi yang paling krusial dilakukan oleh suatu partai politik adalah pencerdasan masyarakat untuk melakukan fungsi2 diatas itu.
Yang terjadi sekarang paling gencar adalah fungsi terakhir saja yaitu fungsi rekrutmen. Pembesaran badan partai dan fungsi artikulasi secara tidak langsung…..
Jadi kalau disebut golput adalah pengecut? dengan alasan agar aman dari perkataan “untung saya nggak nyoblos dulu” saya agak bingung juga menerima pernyataan ini.
wow….serius amat saya ya
Golput tuh, menurut ane :
1. membuang duit negara untuk kertas suara yang tidak di pakai
2. gak punya pendirian
3. terlalu banyak pertimbangan
4. terlalu takut menghadapi kenyataan
5. CAPE DEEEE!!!
Bener tuh, GOLPUT = PENGECUT
ah golput juga pilihan kok
menurut ry yg penting sih jangan sampai pilihan itu dipaksakan atau parahnya cuma sekedar ikut-ikutan.
Aku kemaren milih sih. Dan kalah. Memang kurang keren kandidat yang aku pilih.
Still, aku pikir … setiap generalisasi, tanpa kecuali, pasti salah :p.
Ada banyak alasan untuk tak memilih. Misalnya sebagai cara menunjukkan bahwa semua calon tidak layak dipilih. Atau bahwa sang golput memang tak mengakui pemilu dan demokrasi sebagai pilihan hidupnya. Atau autis. Apa pun, itu semuanya sah, tanpa harus asal menuding.
Lebih baik mengambil resiko untuk memperoleh sesuatu yang besar ketimbang berdiam diri menanti sesuatu ‘yang besar’ itu datang pada kita…
bener, gak, ,rul ?
golput atw tidak, pemimpin itu pasti terpilih
stuju, golput=pengecut
jangan gitu ah!
everyone’s has their own choice and do NOT judge someone just because what their choose
@sigit
yupz mari pengaruhi orang terdekat kita agar tidak turut menjadi ‘pengecut’
@wildan
jauh lebih baik daripada diam dan menggerutu kan?
@Yudha P Sunandar
Wah seneng neh klo ada yg beda pendapat kek gini
bisa kasih contoh bentuk perjuangan yang tidak memerlukan tindakan? Bukankah diajarkan bahwa do’a pun adalah bentuk perjuangan yang paling rendah derajatnya?
Jika ketidaktahuan dijadikan alasan, mengapa hanya diam? bukankah lebih baik jika mencari TAHU. Kita tidak akan yakin pijakan kita kuat sebelum kita mencoba melangkah bukan? Apa itu artinya kita memilih untuk tidak melangkah?
@hanggadamai
setuju dengan Akang yang satu ini..
@Sawali T
“Dan lebih baik memilih yang terbaik diantara yang buruk..”
@Rulez
Klo gitu makasih Kang Amrul udah perhatian ma Bandung
@Rindu
Salam kenal Teh Rindu, nyesel lho ga jadi warga Bandung
@Pakde
karena itu Pakde, kampanyein pendidikan berpolitik dunks ke ponakan2nya
@Carra
walikotanya tetep sama Teh, cuman wakilnya aja yang beda..
@Supermance
Salam kenal Kang Firman.. hm.. pemerintahnya klo gitu yg harus BELAJAR menjaga kepercayaan!!
Hmm kalo pendapatku pribadi sih … bukan takut salah. Karena meskipun milih juga sama hasilnya. Setidaknya tiu kejadian di surabaya sih.
saya jg ga milih tapi bukan karena golput..
emank bukan orang bandung
iya golput sama dengan pengecut dan sy pengecut paling besar di dunia hahahah biarkanlah namanya juga pilihan. orang golput memilih untuk tidak memilih
bikin partei golongan putih aja…. bisa jadi juara tuh….
waduh….baru sadar bikin komen double…..
Bang rul, tolong dihapus saja satu bang…di blogroll-nya juga saya ada dua..hapus saja satu ntar dianggap maruk lagi..hehe…yang ini juga kalau dah dibaca mohon hapus saja..
terima kasih
ckckckck…….. aku kah salah satunya? hehehehe……..
hei..hei… tidak memilih itu bukan berarti golput..kali aja lagi tugas di ujung dunia..jangan sinis gitu ah.. lagi pula, menjadi golput itu kan suatu pilihan juga..ya harus dihormati dong.. spt jg mereka membiarkan warga lain untuk memilih. Negri ini sudah merdeka bukan?? piss ah.. kamana wae atuh..
Wah..pemimpin baru yaa…semoga saja bisa mengemban amanah. Bener-bener bisa mengemban amanah.
Oya, thanx udah pasang link Gerakan 1000 Buku…
betul kang, golputers emang pengecut. mereka ga sadar kalo satu suara mereka bisa merubah segalanya
@Lyla
sama-sama.. wah manusia purba ya suka pindah2
@maramis
wah ilmu baru nih Kang Hariyadi, tapi saya masih tetap menganggap bahwa GOLPUT itu adalah sebuah pilihan yang salah. Memang benar bahwa edukasi politik terhadap rakyat oleh para parpol sekarang masih jauh dari cukup. Karena itu mulai dari kita aja Kang untuk mempublikasikan arti penting dari ‘hak suara’ yg kita punya.
@Odie
wahh.. ditambah poinnya sama Kang Odie
@lowongan kerja
@chic
yupz, tapi pilihan seorang pengecut
@ry
itulah pentingnya kita mengenal calon yg ada jadi jangan karena alasan tidak mengenal satu pun calon jadinya golput
@Koen
Sejutu Kang, tapi klo mayoritas
@Sylviaputri
Yupz.. setuju pisan
@asri
you’ve got the point
@senny
just want to tell them that their choice is worthless
mampirrrr….
kunjungan perdana..
comment apa ya?
habis gimana ya…
kadang juga gak bisa berharap banyak sih…
enakan golput atau coblos semua sih..? hihihi
Apatis? iya kali yah.
Kalo pilihannya lingkaran setan (pelanjut dinasti yg lama -dia2 juga- ) saya nyaman golput. Paling nggak saya gak menyetujui kezaliman yg beliau2 lakukan di masyarakat.
Sory rada beda. piss
golput gak ya?? bingung juga aku..
Rully!!! apa kabar?? *teu nyambung*
gw nyoblos rul…
gw jg kecewa bnyk yg golput, tp gak semuanya pengecut kali rul…setau gw emang malah ada orang yg gak setuju dengan yg namanya pemilu, yah setiap orang punya keyakinan masing2 sih…asal jgn karena “gak peduli” aja
Wah Pak Dada kepilih lage??? weleh weleh…..
[...] seorang blogger yang berani dan lantang menyebut masyarakat Bandung yang ga ikut memilih atau Golput sebagai PENGECUT. Mmmmm saya pribadi sih setuju dengan hal itu, karena gimanapun memilih adalah kewajiban walaupun [...]
Pingback by Lima Blog Berani Minggu Ini | NIAS AUGUSMAN ZALUKHU | August 22, 2008 |
itukan pilihan…
berarti calon2nya blum meberikan program2 yang menyentuh yang golput
saya td baca postingan bang zalukhu tentang review 5 blog yang paling berani. Ada blog ini juga, saya mampir deh. hehe.. sip2, harus berani untuk bersikap. Salam kenal ya kang ^^
sama saya juga baru baca dari web nya mas zalukhu^^
jangan lupa mampir k web saya juga yah
sayang kebanyakan para warga bandung ga tau apa yang terjadi dibalik dada rosada….
2009 moment terbaik untuk perubahan negri ini…..masihkah kita jadi pengecut ……..?
Salam kenal buat bro Rully
mampir ya di blog saya …….www.kafelelaki.blogspot.com
sebagai pemegang KTP bandung, maapken saya tidak memilih… tinggal jauh euy… huehuehuehuee
Setujuuu… Kalo tidak ada pilihan yang sesuai ya lebih baik memilih yang terbaik (baca: yang agak mendingan) dari pilihan yang ada.
Kemarin aja waktu pemilihan kepdes, tiba2 banyak yang coblos semua gambar (blangko), selidik punya selidik, katanya ada serangan fajar (bukan kang fajar yg nyerang lho) biar sang lawan kalah.. Dari 2500pemilih, ada 400an yg blangko..
*ga tau tuh bener ngga nya*
setuju ama pak kun!!
setiap generalisasi kebanyakan salah,, karena susah sekali mengeneralisasikan suatu permasalahan supaya dapat diterima oleh semuanya..
so, hidup itu pilihan!
golput juga pilihan!
yg penting dari pilihan adalah bukan pilihan yg kita pilih, tapi proses untuk menuju pilihan itu sendiri. kalo misalnya golput tapi alasannya masuk akal tentunya kita juga harus bisa menerima pilihannya dia.
jadi yuk ah, baik yg golput atau yg milih sama2 mendukung pemerintahannya kang dada supaya bisa menjadikan kota Bandung menjadi lebih baik dari sebelumnya..
PS : meskipun bukan urang bandung tapi saya sangat menyukai bandung,, indonesia,, dan bumi… MERDEKA!!!
wuihh
Hatur nuhun akh Kang Zalukhu buat reviewnya.. jadi nambah temen baru
buat smua ijin link di blogroll ya biar gampang klo mo bertamu..
kalo pilih golput maka jangan protes sama pemerintahan. wong ga berusaha milih pas ada kesempatan. salah ndiri
sorry pisan euy!! lainna urang teu milih, da urang teh nuju aya di luar kota(sibuk pisan neang duit)jadi teu tiasa milih.. lamun bisa diwakil keunmah pasti urang milih!! berarti jadi teu 30,19 persen deui nya
kurangan lah saeutik 0.001 persen jadi 30.1899999999999999999999% ha..ha..ha salamnya ti abdi urang pasirkoja!! tong hilafnya abdi dipasang di blogrol
heureuy ketang!!
GOLPUT BUKAN PENGECUT! Banyak hal yang membuat orang memilih Golput. Orang-orang yang memilih tidaklah bisa dijudge sebagai seorang yang pengecut, tidak peduli pada bangsanya. Karena masih banyak cara lain untuk berjuang membangun bangsanya selain melalui jalur ini (Pilkada).
Apakah seluruh orang yang GOLPUT itu memang benar2 enggan memilih? Saya rasa tidak! Realitanya, KPU masih “hancur”. Banyak masyarakat yang tidak bisa memilih karena tidak mendapat kartu pemilih. Namanya tidak terdaftar di DPT. Apakah golongan ini juga pantas disebut pengecut?!
Lihat juga masyarakat yang harus berjuang mencari sesuap nasi sehari-harinya karena bekerja serabutan (diupah per hari). Kalau berada dalam posisi ini, kira2 anda akan mengambil langkah yang mana; menggunakan hak pilih (nyoblos) dengan resiko keluarga tidak makan atau memilih GOLPUT?
Maaf, ini hanya pendapat saya.. salam
@yudi
setuju
@luck13y
salam Kang ti Sukamiskin, mana atuh blogna?
@wendra
Ada beberapa hal yang saya kurang setuju dengan pendapat Kang Wendra:
* Mengenai kartu pemilih harus dilihat dari dua belah pihak, jika KPU belum membagikan kartu pemilih 3 hari sebelum pemilihan, sudah seharusnya ada peran aktif dari warga untuk menuntut hak pilih mereka, jangan hanya berdiam diri menyalahkan pihak lain. Jika ini sudah dilakukan dan hasilnya nihil, ANDA BUKAN PENGECUT!!
*Resiko keluarga tidak makan?? Kang Wendra, waktu untuk mencoblos itu ga lebih dari 10 menit Kang, kalaupun TPS penuh sesak tidak akan memakan waktu terlalu lama, bahkan saya nyoblos kurang dari 2 menit!!
Yupz.. setuju sama Kang Wendra, banyak cara membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik. Sekarang tinggal bagaimana kita mendorong diri kita dan minimal orang sekitar kita untuk bersikap kritis.
Salam kenal Kang Wendra.
hiduplah aa rully ti sukabeunghar
yeuh blog abdi didieu ngaliwat tong hilapnya, di antosan!! mangga ti payun
Apa ini bukti pembelajaran mengenai kewarganegaraan tidak sepenuhnya terserap dengan baik oleh siswa-siswa pada masanya, ketika berada di bangu sekolahan? bahkan kuliahan… hum…
bangku*
@luck13y
Blogroll updated!!
@Ihwan
Pelajaran PPKn ato Kewarganegaraan disajikan dengan kurang/tidak menarik sih Kang.. jadinya pendidikan berpolitik dan budaya kritis masih kurang,, padahal SDM kita melimpah..
@Koen
“setiap generalisasi, tanpa kecuali, pasti salah” –> bukankah ini juga termasuk generalisasi pak?
buat saya… golput itu ada dua : golput aktif dan golput pasif. kalo aktif, dia golput karena beneran paham dengan calon-calon yang ada. kalo pasif, dia golput hanya karena pesimis dan apatis. Ini yang bahaya.
sebenarnya golput bukan tanpa makna. Dengan golput kita bisa menunjukkan bahwa pemerintahan yg menang pun tidak cukup mendapatkan legitimasi dari rakyat. istilahnya ini seperti sinyal kepada pemerintah yang terpilih : “okay you win, tapi cuma 20% yang bener-bener milih kamu. kamu harus kerja lebih keras lagi kalau mau impress kami.”
saya sendiri selalu nyoblos.
tapi saya tidak menyalahkan mereka yg golput. terutama mereka yang golput aktif.
@Wirawan
Golput aktif dan pasif, setuju dengan pola pembagian seperti ini.
Alasan untuk menunjukkan ketidakpuasan dengan harapan pemimpin bekerja lebih baik pun masuk akal. Semoga para GOLPUT yang saya sebut di atas termasuk yang ‘aktif’ dan dapat menjadi pengontrol kerja para pemimpin kita.
Kalau terjadi penyimpangan dalam menjalankan tugas, mari sama-sama kritis dan jangan apatis.
Semoga Bandung dan Indonesia ini bisa lebih baik.
gak juga..salam kenal kang…..
kala saya sih mikirnya gini, “Golput juga pilihan” toh ndak ada sanksi bagi yang GOLPUT kok. tetapi saya juga mikir gini “apaboleh buat “memilih yang buruk dari yang terburuk” em…..
@hidayat
boleh tau alasannya? nanggung neh komennya
@hermanussugianto
harus perlu sanksi kah?
Golput pilihan yang cerdas! Kenapa Golput, alasannya:
1. Tak satu pun kandidat yang menawarkan solusi..semua menawarkan janji…
2. Kelak di yaumil akhir, kita akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang kita pilih…termasuk “MEMILIH walkot/leg/gub” mereka semua telah nyata menjalankan aturan yang tidak dibuat Sang Khalik…mengabaikan qur’an dan menduakan Hadits tak beribroh pada ijma shahabat…. BAGI UMAT ISLAM YANG BERIMAN…NGERINYA NERAKA DAN PEDIHNYA SIKSA…LEBih menakutkan dari pada GELAR PENGECUT yang dilontarkan oleh orang2 yang punya kepentingan PARTAI/PRIBADI atau ambisi kekuasaan dunia….
3. PEMIMPIN YANG BENAR…TAK PERLU MENAWAR-NAWARKAN DIRI AGAR DIPILIH….TETAPI JUSTERU RAKYAT YANG AKAN BERBODONG-BONDONG MEMILIH…MAKA TUGAS KITA ADALAH MELAKUKAN SUKSESI MENCIPTAKAN TATANAN KEHIDUPAN YANG BENAR AGAR PEMIMPIN PUN DIPILIH DENGAN BENAR
4. GOLPUT BUKAN BERARTI TIDAK BERJUANG….ORANG-ORANG GOLPUT BAHKAN YANG TAMPIL PERTAMA KALI KETIKA SEBAGIAN BESAR LEGISLATIF DAN EKSEKUTIF DAN DIAMINI YUDIKATIF MENJARAH BANGSA INI DENGAN MENJUAL KEKAYAAN RAKYAT MELALUI UU SDA….Orang2 Golputlah yang mampu berpikiran jernih dan cerdas memandang masalah tanpa berpihak….
PERTAHANKAN GOLPUT KALAU PERLU DITINGKATKAN…JIKA GOLPUT MENINGKAT, MAKA SISTEM INI TAK DIPERCAYA LAGI OLEH RAKYAT….KEMUDIAN DIGANTI DENGAN SISTEM BARU YANG LEBIH BAIK…..SEMOGA…AMIN
Rasa bergidik melihat tulisan GOLPUT sama dengan PENGECUT
pertama … dengan diulang-ulang pernyataan tersebut menandakan kang Rully ini me-mutlak-an keyakinannya bahwa Golput adalah Pengecut… itu berbahaya bukankah menurut Eric Hoffer “Absolute faith corrupts as absolutely as absolute power” dan hati-hati loh sejarah mengajari kita yang suka memutlakan bisa membunuh demi keyakinannya. di ilmu pengetahuan sekalipun ada prinsip falibilitas, satu prinsip yang dianut bahwa satu kebenaran memiliki potensi salah apabila ada bukti baru. jadi hati hati bikin pernyataan kang. dan
kedua….dalam demokrasi dimungkinkan ada golput, jadi kenapa harus marah kalau ada yang golput? stigmatisasi seperti itu hanya menandakan anda bukan seorang penganut demokrasi. sebagai pribadi silahkan berpikiran seperti itu, tetapi tidak diruang publik seperti ini, ini namanya intimidasi. Pendidikan politik jadi PR bersama kok kang mari sama-sama didik generasi mendatang dengan baik…tidak dengan kebencian tetapi dengan kesetaraan dan persaudaraan