Sesaat Sebelum Mati

Sebulan Lagi Aku Mati…

Untuk siapapun yang mengetahui keberadaan hidupku
Sebulan lagi aku mati
Maaf saat keapaadaan diriku belum cukup memuaskan kalian
Maaf ketika kelebihan yang kalian banggakan buat ku iri dan ingin menjatukan
Maaf tatkala bintik-bintik kecil di lidahku mengeluarkan bisa membunuh hati kalian
Maaf jika terlalu sering ku busungkan dada dan mempertontonkan kesombongan
Maaf bahkan ketika aku tak tahu sedikitpun tentang kalian
Hilangkan keburukanku dari ingatan kalian
Dan doakan aku
Sekali saja…

Untuk sahabatku…
Sebulan lagi aku mati
Lupakan marahku
Hapuskan dendamku
Ingat ceriaku
Dan temani aku sampai peristirahatan terakhirku
Sekali saja…

Untuk penjaga hatiku…
Sebulan lagi aku pergi
Ikhlaskan saat raga ini tak mampu lagi iringi cintaku padamu…
Jangan lupakan sedikitpun tentang aku
Cacatku, cemburuku, marahku
Jadikan tamparanku di pipimu sebagai benteng pelindung liciknya kehidupan
Jangan pernah berpaling dari Kekasihmu
atau aku akan mendatangi dan menamparmu sekali lagi…
Kau tahu aku di sini dan akan tetap di dalam sini
Sampai kau pergi
Dan menemuiku sekali lagi…

Untuk keluargaku..
Ayah dan ibuku…
Sebulan lagi aku tak di sini
Ampuni saat ku lebih mementingkan kesenangan daripada bercengkrama mendengar celotehmu menceritakan masa laluku
Ampuni ketika telingaku terbakar mendengar katamu membenarkan kesalahanku
Ampuni tatkala ku lebih nyaman menghabiskan waktu untuk egoku daripada berada dipelukanmu
Ampuni jika baru saat ini aku menyadari besarnya artimu pada hidupku
Ayah, Ibu…
Sebulan lagi aku tak di sini..
Restui aku
Sekali saja…


Untuk Tuhanku Yang Maha Hidup
Sebulan lagi aku kembali
Masih sempatkah ku memohon cintaMu?
Masih bisakah ku sempurnakan sembahku padaMu?
Masih tersisakah waktuku memperkenalkan diri dengan utusanMu?
Lindungi aku ya Rasul..
Meski tak pernah ku lindungi ajaranmu
Tuntunlah aku ya abdi Tuhan..
Meski tak jarang ku berjalan menjauhimu…
Ridhoi aku ya Allah
Saat sebulan lagi aku kembali..

(Ditulis bukan untuk mempermainkan kehidupan, melainkan sebagai pengingat akan kematian)

August 31, 2008 Posted by | renungan, Uncategorized | , , , , | 62 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.