Selamatkan Babakan Siliwangi!
Sepertinya ada yang salah dengan cara pandang pemimpin Bandung dalam usaha memajukan kota yang kita cintai ini. Wacana mengubah sebagian wilayah babakan siliwangi menjadi rumah makan menimbulkan pertanyaan besar. Berikut kutipan dari artikel karya Kang Aswi yang menarik untuk dicermati,
“Banyak yang tidak paham bahwa ciri kota yang sakit adalah banyaknya mall-mall yang berdiri karena pembangunan mall dipastikan telah memangkas ruang publik. Kota yang baik adalah kota yang bisa menyediakan kebahagiaan bagi penduduknya yang bukan diukur dari pendapatan perkapita atau kemajuan teknologinya. Kota yang baik membutuhkan tempat untuk masyarakatnya dapat berjalan kaki, sehingga mereka bisa berkumpul bersama. Kota yang baik harus menghormati harga diri manusia. Bahkan di kota-kota maju seperti New York, London dan Paris saja, masyarakat masih bisa berkumpul di ruang-ruang publik seperti jalan dan taman kota. Di mana semua orang memiliki hak yang sama..” |
Babakan Siliwangi merupakan satu dari sedikit area hijau di kota Bandung yang masih tersisa dan sudah seharusnya menjadi daerah resapan air. Apa belum cukup tempat wisata kuliner di kota ini sehingga pemerintah merasa perlu mendirikan satu lagi tempat makan? Ya benar, sekadar tempat makan yang mengatasnamakan kepentingan bisnis penghasil uang untuk si empunya dalam hal ini PT Esa Gemilang Indah (Istana Group).
Mari Bergerak!
Sebuah petisi online mengenai babakan siliwangi telah didengungkan. Jika Anda termasuk yang tidak setuju dengan rencana pendirian rumah makan di kawasan babakan siliwangi ini dapat menyalurkan pendapat Anda melalui petisi online di Save Babakan Siliwangi. Mari bergerak demi kota Bandung yang sama-sama kita cintai ini.
Tong cicing wae atuh, hayu bebenah Bandung. SAHA DEUI LAMUN LAIN URANG!
Lihat juga:
1. Save Babakan Siliwangi : Manifesto Babakan Siliwangi
2. AA Arman : Selamat Tinggal Babakan Siliwangi?
3. Jalan Kita : Selamatkan Babakan Siliwangi
4. Kang Wahyu Wijayanto : Babakan Siliwangi
5. Kang Kemal : Save Babakan Siliwangi
6. Kang Ridwansyah Yusuf Achmad : Doa untuk Babakan Siliwangi
7. Kang Radix Hidayat : Selamatkan Babakan Siliwangi!
8. Kang Budi Rahardjo : Hutan Lebat Siliwangi Mau Dijadikan Mall(PvJ Part 2)?
9. Teh Lia : Selamatkan Babakan Siliwangi
10. Kang Septian Setyoko : Selamatkan Baksil Kita!!!
11. Kang Arthur : Baksil ohh Baksil
12. Kang Adrian Priambudi : Selamatkan Baksil Juga
13. Teh Shally Pristine : Selamatkan Babakan Siliwangi, Kami Tidak Butuh Mal Baru!
14. Kang M. Yorga : Selamatkan Babakan Siliwangi
(Ditulis sebagai bentuk kepedulian terhadap kota Bandung yang saya cintai)





meluncur ke TKP..
emak kadangkala demi kepentingan bisnis pemerintah rela mengorbankan apa saja..
pola memimpin semacam itu yang harus kita dobrak!! ditunggu partisipasinya Kang.
ayo, mari sama-sama kita selamatkan babakan siliwangi…
minimal dengan menyebarkan informasi ini ke banyak orang….
bisa buat bannernya Kang? biar penyebaran infonya lebih mudah
konfirmasi balik ya..
rada bingung juga nih ama pemerintah, khususnya walikota dada rosada. kemaren ngejanjiin yang macem2. udah kepilih, malah kelakuannya sama aja. ngak ada rubahnya. emang munafik yah tuh orang.
anw, sepertinya kita perlu mengkampanyekan untuk menyelamatkan babakan siliwangi nih. gimana caranya yah?
sepertiny pendukungny juga udah mulai banyak dari orang2 intelektual papan atas. tinggal saatnya bergerak aja.
yuk…!!!
ayo Kang Yudha.. kita jadi barisan terdepan!!!
saya pikir komunitas seperti Batagor bisa dijadikan tempat untuk mengkritisi pemerintah, bukan hanya bebersih…
ditunggu ide langkah2nya Kang, lewat Fleximillis aja
di mana2 kalau ada perselingkuhan antara penguasa dan pengusaha pasti menimbulkan banyak masalah, kang rully. saya salut dsn mendukung perjuangan teman2 utk tdk mengusik keberadaan babakan siliwangi. selamat berjuang, kang.
ditunggu dukungannya Kang, udah isi petisinya?
ga terbatas buat warga Bandung kok, siapapun yang peduli Bandung boleh isi..
waduh, panggil nama aja. Saya juga ngelink dari orang…
Marilah saling menyebarkan petisi ini…
dari data detikbandung beberapa hari yang lalu baru
sekitar 800-an orang yang isi..
hayo atuh urang Siliwangi sama2 bergerak
ikut ya Kang..
1. Bandung adalah milik bersama. Oleh karena itu setiap warga Bandung berhak untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan masa depan kotanya.
2. Pemerintah kota mengemban amanah agar membawa Bandung menjadi kota yang memiliki tingkat kenyamanan berhuni, sosial dan ekologis yang sangat tinggi.
3. Sebagai salah satu syarat untuk mencapai tingkat kenyamanan berhuni adalah disediakannya ruang terbuka hijau yang tidak saja berfungsi sebagai paru-paru kota, tapi juga untuk kepentingan sosial warga kota dalam berkehidupan sehari-hari.
4. Pemerintah kota Bandung harus mampu mencapai target ruang terbuka hijau sebesar 30 persen dari luas total kota. Oleh karena itu Babakan Siliwangi sebagai bagian dari sistem ruang terbuka hijau Bandung harus dipertahankan keberadaannya.
5. Menolak komersialisasi Babakan Siliwangi.
Sincerely,
GANYANG PEMERINTAHAAAAAANNN!!!
(*halah halah)
waduhh jangan di ganyang atuh Kang..
cukup ‘dinasehati’
Setuju! jika dibiarkan terus…akan habis wilayah2 untuk resapan air. Akibatnya tinggal tunggu bencana yang akan menyengsarakan banyak orang.
hal ini yang nampaknya tidak terbesit sedikitpun di pikiran pemimpin Bandung saat ini..
Ancaman Bandung bakal kesulitan air bersih dalam skala besar sudah di depan mata. Tapi anehnya salah satu daerah resapan yang masih ada di dalam kota malah akan dialih fungsikan. Untuk pimpinan kota jangan dulu janji akan menata punclut menjadi hijau lagi, bila terhadap RTH di dalam kota saja sudah tidak peduli.
Kang Dada sepertinya sudah CUKUP PUAS dengan ‘penghijauan’ Tegalega, mudah2an bukan hanya Tegalega saja yang nanti disisakan sebagai area hijau di kota Bandung ini..
gomen ne..
agak kuper tea..
babakan siliwangi apa yah??
maaph..
yah saat ikut mendukung ajah
Babakan Siliwangi itu satu dari sedikit area hijau yang tersisa di Bandung ini Teh..
mohon dukungannya dengan ikut serta mengisi petisi..
kan hebat tuh klo ada ‘warga’ Jepang yang ngisi
Sebelumnya salam kenal dulu kang, mo ikutan nih. Jangan ambil Baksil kami… Setuju nih soal bikin banner, kabar-kabari kalau udah ada bannernya. Kalau belum ada ntar saya coba-coba juga bikin bannernya. Ijin juga ikutan nge-link blog-nya kang.
nampaknya Kang Arthur yang seorang designer ini lebih cocok..
mangga Kang, diantos..
oooh istana group toh…!
gile, nih pas Hutan Kota di Cikapayang ditebang kita cuman bisa bengong, kalau yg satu ini jangan sampai lepas ke investor!!!!!!!!!
sayangnya pemerintah kota Bandung ini sudah memberi ijin Kang..
namun jangan sampai kita hanya DIAM!!!
udah ngisi?
aku ndak taw babakan siliwangi itu ap, tp klo baca post ini sepertinya itu RTH yah, gw dukung deh….
save babakan siliwangi, save the earth, and save human being…
yupz bener banget Kang, RTH yang tersisa..
mohon dukungannya Kang dengan mengisi petisi onlinenya.
[...] Rully Bagja Patria, Selamatkan Babakan Siliwangi! [...]
Pingback by adrianPriambudi » Blog Archive » Selamatkan Baksil Juga | September 15, 2008 |
Buat konferensi dengan pemerintah setempat aja, rul…
Jadi aspirasinya bisa nyampe tanpa ada miscommunication
Hm…
Bandung mah sudah terlalu banyak tempat makan, ya ?
Hayo di oper ke Ppekanbaru aja…he..he..
saya sudah coba kirim aspirasi ke http://dadakudadamu.com/
masih direview dan belum ditampilkan
semoga didengar..
Assalamualaikum….
salam kenal Mas…. eh… kang… makasih karena sebelumnya dah ngomenin blog ku… yang di http://bagdemagus.wordpress.com itu lho…
Wuih… Bandung ya… aku pengen banget tuch kesana…
tak dukung kok… koment-nya syelviapoe3
udah ngisi Kang?
iyah Rul, lama2 kebon binatang juga dibabat abis kayaknya. kalo liat topografinya kan segaris sama babakan siliwangi. makin macet ajah cihampelas-ciumbeuleuit..
dukung bandung hijau!
udah panas bangett nih Bandung..
masa tiap bangun tidur keringetan!!!
wah kok rame yach?
pecahkan saja gelasnya
ah… udah serba kacau semua
belum semua Kang.. cegah yuks.
saya ga tau dimana itu babakan siliwangi..
tapi ikut dukung deh kalo memang demi hijaunya bandung
dukung dengan ngisi petisinya ya Teh..
mudah2an semuanya bisa menjadi lbh baik..semangat!!
amin
merdeka!
lho??!
hm.. dasar apatis..
lho?!?
Sebenernya soal ruang publik-privat itu masalah yang pelik. gak semata2 soal pemerintah yang ngejual lahan publik ke swasta terus lahannya jadi lahan privat.
Dilemanya gini; pemerintah (publik) punya tanah tapi gapunya duit buat bikin si tanahnya itu jadi ruang yang bagus bagi masyarakat, swasta (privat) gapunya tanah tapi punya duit. Mereka ketemu, akhirnya si tanah tadi jadi ruang publik semu (istilah urban designnya: pseudo public space).
Fenomena ini marak di negara berkembang cem negara kita ini. Negara maju seperti yang Rully sebutin di atas mah welfare state, pajaknya gede gila2an tapi dikembalikan dalam bentuk fasilitas publik yang sangat2 baik. Jadi wajar kalo taman2 mereka, jalan2 mereka, monumen2 kota mereka bikin kita ngiri.
IMHO,, kebijakan ini gak salah, yang perlu diperhatiin itu soal cara ngerjainnya. Contoh pseudo public space yang lumayan bagus di Bandung itu misalnya Taman Flexi. Tamannya terawat tanpa kita kehilangan maknanya sebage ruang publik kan?? Flexi sebagai pihak privat juga dapet untung.
Sori kalo kepanjangan..
Oia,, salam kenal..
Saya dukung pelestarian baksil juga kok..
[:D]
Sebenarnya banyak sekali cara memanfaatkan investasi tanpa mengorbankan lingkungan, seperti yang saya bahas di sini.
Semoga saja, jikapun rencana ‘pemugaran’ baksil ini terealisasikan, tidak mengubah fungsinya sebagai RTH.
Justru komen seperti ini yang saya suka Teh..
daripada cuman komen tanpa baca
kenapa sih pembangunan kudu ngerusak lingkungan!!!
seperti itulah jika pembangunan hanya mengejar keuntungan bisnis semata..
padahal, penataan lingkungan yang baikpun dapat menghasilkan uang!!
Kalau untuk lingkungan hijau, kita dukung!…. selamat berjuang… Baiknya kita sama memiirkan kehidupan/keadaan masa datang.
iya nih.. masa anak saya cuman disisain beton doank tanpa pohon nantinya…
Mall yang sukses di Bandung cuma BIP sama IP.
Liat deh nasib Mall2 yang lainnya:
- BSM: kosong, mahal…
- Ciwalk: yang rame cuma resto dan bioskop. Gunung Agung aja sampe pindah (karena kurang laku).
- PVJ: yang rame juga cuma resto & bioskop (dan Carrefour). Masih banyak kosong.
- Braga City Walk: alias Carrefour (karena didominasi Carrefour). Sisanya kacrut semua.
Dengan fakta2 seperti itu masih aja mau bangun Mall baru di Bandung? Betapa bodohnya developer juga Dada Rosada…
Kang Dada dapet berapa juta/milyar sih dari developer itu? Hah??
nice komen nih Kang Sigit..
ditunggu posting tentang hal ini ya..
banyak dari kita termasuk saya yang belum tau fakta2 di atas..
saya sudah siap dengan perkakas nih kang … yok selamatkan siliwangi
hiihii mo demo masak Teh?
Dinasehati kalo didengarkan akan lebih baik. dinasehati kalo diem aja, di turunin aja kang… siliwangi milik warga bandung dan indonesia, bukan dada rosada seorang…
betul Kang, saya masih menunggu tanggapan beliau akan hal ini, semoga aspirasi saya didengar..
wew….. ternyata pemerintah bandung punya rncana lain untuk bisa menenggelamkan masyrakatnya …..
huh…. bandung memang identik dgn wisata kuliner, wisata belanja, dan wisata2 lainnya ……..
hayuklah …. menuju k TKP ….
sip, udah brapa Kang?
beberapa hari yang lalu sekitar 3000-an lebih yang udah isi..
Biasa…Pemerintah……….
hus.. jangan sampe deh.. menganggap hal seperti ini biasa…
hayu urg slmetkeun….. ngiluan da saya mah
sip,, ajakan atuh Kang rerencangan nu sanes..
Jadi pengin mampir kesana
katanya ada sanggar seninya juga ya om?
yupz.. pentas seniman jalanan..
mereka ini yang dari dulu meramaikan Baksil tanpa MERUSAK
yooo.. semangat..
daerah hijau emang harus diselamatkan…
jangan ampe bumi kita makin sumpek…
Salam semangat….! ^_^
ngisi dulu Kang.. udah kan?
baru semangat kita..
pohonku malang, pohonku terbuang..
Bandung lama kelamaan bisa seperti jakarta neh..
Bukannya ditanamin pohon, tp malah di tanami mall dan konco2nya..
Hidup Ijo Ijo ahahaha…
)
seperti Jakarta?
tidaaakk!! maaf bukan bermaksud menjelekkan Jakarta
dulu di babakan siliwangi ini ada restoran asyik banget. Menu utmanaya ikan mas.. masih adakah sekarang??
wahH pecinta kuliner juga Teteh yang satu ini..
nama tempatnya apa Teh? banyak sepertinya tapi di sekitar Baksil bukan Baksilnya
“COBLOS DADANYA!”
“RUSAKLAH PARU-PARUNYA…”
*Slogan walikota Bandung yang baru ;D
wupss.. you’ve got your point
kota-kota yang lain tinggal nunggu giliran nih
modusnya sama saja kok
moga2 bisa diputus ya ‘jaringan’nya
Salam, ikut nge-link yah!
Ckckck, sayang kabinet ITB ditahan di Preanger, coba aja nyampe ke Gedung Merdeka sekalian masuk ke dalam.
wah.. cukup dilema juga ya kalangan ITB ini..
setahu saya sebagian tanah kampus ini bukannya milih Pemerintah juga Kang?
-tolong koreksi jika saya salah-
semoga makin banyak kalangan yang menolak ‘pemugaran’ Baksil.
mahasiswa ITB yang lain udah pada ngisi petisinya kan Kang?
[...] http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/ [...]
Pingback by Catatan Acak Muhammad Yorga | September 19, 2008 |
Sesuatu yang baik harus dijaga, di lindungi dan diselamatkan.
Semoga.
sumintar.com
dimohon keikutsertaannya Kang..
bukan cuma bandung saja yang harus di jaga….
hijaulah indonesia…
Tong cicing wae atuh, hayu bebenah Bandung. SAHA DEUI LAMUN LAIN URANG!
apaan ya artinya…???hhhh…
bandung…ayo kita jaga semua..
mungkin karena org2 bandung semuanya pinter masak kang..*hallah ngaco*…
setuju mas…, ayo selamatkan siliwangi
jadi pingin jalan2 ke Bandung
Waduh.. bahaya Kang… hayu atuh bergerak.. sayah mah dukung ku do’a wae.. emang tah, pamarentah teh mun ningali acis ageung mah sok hilap ka rahayat..
yup benar sekali mas…
bandung jadi tambah panas gara2 banyak mol… keselll…
KULIT SAYA TAMBAH HITAM!!! (untung ada photoshop
)
dimana nih DADA ?? jadi kesel sendiri …
saya bangga nih sama aa.. cinta bandung bangetz
dada rosada doyannya : buat mall, menanam papan reklame, dan memotong pohon dengan smebarang…
Sayang sekali dada rosada tidak pernah berpikir kedepan. Dia hanya berpikir untuk masa jabatannya saja… wajah bandung yg dia akan tinggalkan di 2013 akan rusak berat..
Keputusan2 yang dia buat konyol. kayak penambalan Jalan braga dengan andesit. Untuk apa coba? mending uangnya dipergunakan untuk memberdayakan usaha disana agar braga hidup! Coba deh setelah braga di andesitin apakah akan hidup? bukannya dulu dia bilang dengan adanya BCW braga akan hidup? nyatanya nggak juga kan, mallnya aja nggak laku…
oh dada, you destroying the city…
berkorbanlah demi kepentingan umum
koment lagi ah, mudah-mudahan tetap relevan
sepanjang pantai parangtritis-parangkusumo warga sudah mulai digusur satu per satu
penggalangan aksi masa dan advokasi terhadap intimidasi tetap saja digerus kekuatan aparat! huh lagi-lagi mega proyek
kalau mengatasnamakan kepentingan umum? duh gmana yah!
kita tahu saat ini keadaannya
kita tahu seperti ini permasalahannya
kita tahu bahwa mereka terlalu banyak kekurangan
mari kita mahasiswa saatnya merubah siklus
jangan ulangi kesalahan dan bawa perubahan
[...] oleh Abah juga (banyak orderan juga doi) 3. Menindaklanjuti kritik saya dan teman-teman tentang Babakan Siliwangi kepada Kang Dada Rosada yang hingga saat ini belum digubris 4. Membalas komentar teman-teman dan [...]
Pingback by Ijin ke Belakang Dulu… « Sesaat Sebelum Mati | September 23, 2008 |
wooi kumaha mudik teu aa??
selamat menunaikan idul fitri ya.. Tuhan pimpin perjalanan mudiknya
kalau ga mudik ya selamat menikmati kebahagiaan di rumah tercinta
Ikutan teriak… Selamatkan baksil!!!! Oiii… urang Bandung
!!
Popop
bingung jg ya saya baca di koran pemerintah mau bangun rumah makan dengan memberi ijin sama istana itu, pihak itb mau bikin tempat parkir, apa gak sama2 menghancurkan lingkungan kalau yg dimaksud selamatkan baksil itu adalah baksil dibiarkan seperti skr apa adanya?
saya ingin menanggapi blog ini secara objektif. saya bukan dari pihak egi, bukan dari pemerintah, saya cuma masyarakat biasa yang ingin memberikan pendapat aja….
babakan siliwangi terdiri dari pepohonan yang ada di tengah kota, punya fungsi sebagai daerah resapan air. selain itu baksil juga sebagai sebagian kecil komunitas seniman bandung.
sebelumnya juga ada rumah makan babakan siliwangi (sejak saya datang ke bandung 1993, saya belum pernah melihat keberadaannya secara persis, mungkin karena tidak terlalu laku ya?).
Baksil juga secara tidak langsung menjadi akses masuk ke tempat aktivitas olah raga di sabuga.
apabila mau direncanakan suatu tempat kegiatan publik (saya anggap seharusnya, sebaiknya sewajarnya baksil sebagai tempat kegiatan publik. tidak melulu wisata kuliner saja), rasanya sah-sah saja…. jika kekhawatiran akan berkurangnya ruang hijau di tengah kota yang berfungsi sebagai resapan air, maka itu hal yang wajar. teknologi bangunan seharusnya bisa mengatasi hal ini, walaupun tentunya penurunan kualitas resapan & lingkungan hijau tetap terjadi.
rasanya kita yang hidup di tengah kota (bandung khususnya) memang tidak bisa menghindari penurunan kualitas lingkungan kota bandung. sekalipun baksil, punclut, dago pakar tidak ada pembangunan, rasanya dampak global warming tetap terjadi di bandung.
bandung (juga kota lainnya di indonesia) punya masalah lain, seperti masalah perekonomian (kurangnya lapangan pekerjaan). pemerintah kota tentunya juga berpikir bahwa masalah ini juga harus diselesaikan.
pembangunan baksil sebagai tempat aktivitas publik, sedikit banyak akan berimbas pada penurunan tingkat pengangguran.
yuk kita hitung plus minusnya apabila baksil dikembangkan jadi tempat kegiatan publik :
1. minus :
- area hijau berkurang (imbasnya tentu banyak, seperti yg sudah disebutkan oleh yg lain…)
- kemacetan bertambah di jl siliwangi & sekitarnya (imbasnya juga banyak, rasanya juga sudah disebutkan oleh yg lain…)
2. plus :
- peningkatan kualitas ruang publik di daerah siliwangi
- peningkatan animo masyarakat terhadap baksil, khususnya para seniman baksil yang mengandalkan hidupnya pada keberadaan baksil
- bertambahnya lapangan kerja (sedikit, cuma nol koma sekian persen dari jumlah pengangguran di bandung)
- bertambahnya pendapatan kota bandung, yang berimbas pada peningkatan kualitas struktural kota bandung (yg ini jangan sampai hanya teori aja, jangan sampai malah dikorup oleh orang2 yg gak bertanggung jawab)
yin-yang, siang-malam, pagi-sore, menang-kalah, plus-minus. .. semua ya ada konsekuensinya….
apakah dengan mempertahankan baksil, kualitas hidup masyarakat bandung akan lebih baik? atau akan bertahan seperti sekarang ini?
atau dengan mengembangkan baksil seperti rencana sekarang akan membuat bandung semakin hancur?
tidak gampang untuk menjawab pertanyaan di atas apabila kita tidak berpikir dengan hati yang jernih dan logika yang baik.
kesimpulannya, maksud dan tujuan mengembangkan baksil tentunya dilandasi oleh hal yang baik. semangat untuk memajukan bandung ditinjau dari multi disiplin, namun ya itu tadi, tentunya akan ada konsekuensi-konsekuensi yang akan terjadi. yang penting, segala konsekuensi negatif harus dipikirkan matang-matang, dan dicari jalan keluarnya….
kalo ada anak kecil yang sedang bermain lumpur, sebaiknya kita ajak dia untuk mandi yang bersih, bukan mencegahnya bermain…….
ya sudah….
-
Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.