<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Selamatkan Babakan Siliwangi!</title>
	<atom:link href="http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2009 06:43:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Dins</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-526</link>
		<dc:creator>Dins</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 15:29:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-526</guid>
		<description>Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ya sudah</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-509</link>
		<dc:creator>ya sudah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 07:48:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-509</guid>
		<description>saya ingin menanggapi blog ini secara objektif. saya bukan dari pihak egi, bukan dari pemerintah, saya cuma masyarakat biasa yang ingin memberikan pendapat aja....

babakan siliwangi terdiri dari pepohonan yang ada di tengah kota, punya fungsi sebagai daerah resapan air. selain itu baksil juga sebagai sebagian kecil komunitas seniman bandung.
sebelumnya juga ada rumah makan babakan siliwangi (sejak saya datang ke bandung 1993, saya belum pernah melihat keberadaannya secara persis, mungkin karena tidak terlalu laku ya?).
Baksil juga secara tidak langsung menjadi akses masuk ke tempat aktivitas olah raga di sabuga.

apabila mau direncanakan suatu tempat kegiatan publik (saya anggap seharusnya, sebaiknya sewajarnya baksil sebagai tempat kegiatan publik. tidak melulu wisata kuliner saja), rasanya sah-sah saja.... jika kekhawatiran akan berkurangnya   ruang hijau di tengah kota yang berfungsi sebagai resapan air, maka itu hal yang wajar. teknologi bangunan seharusnya bisa mengatasi hal ini, walaupun tentunya penurunan kualitas resapan &amp; lingkungan hijau tetap terjadi.

rasanya kita yang hidup di tengah kota (bandung khususnya) memang tidak bisa menghindari penurunan kualitas lingkungan kota bandung. sekalipun baksil, punclut, dago pakar tidak ada pembangunan, rasanya dampak global warming tetap terjadi di bandung.

bandung (juga kota lainnya di indonesia) punya masalah lain, seperti masalah perekonomian (kurangnya lapangan pekerjaan). pemerintah kota tentunya juga berpikir bahwa masalah ini juga harus diselesaikan.

pembangunan baksil sebagai tempat aktivitas publik, sedikit banyak akan berimbas pada penurunan tingkat pengangguran.

yuk kita hitung plus minusnya apabila baksil dikembangkan jadi tempat kegiatan publik :
1. minus :
- area hijau berkurang (imbasnya tentu banyak, seperti yg sudah disebutkan oleh yg lain...)
- kemacetan bertambah di jl siliwangi &amp; sekitarnya (imbasnya juga banyak, rasanya juga sudah disebutkan oleh yg lain...)

2. plus :
- peningkatan kualitas ruang publik di daerah siliwangi
- peningkatan animo masyarakat terhadap baksil, khususnya para seniman baksil yang mengandalkan hidupnya pada keberadaan baksil
- bertambahnya lapangan kerja (sedikit, cuma nol koma sekian persen dari jumlah pengangguran di bandung)
- bertambahnya pendapatan kota bandung, yang berimbas pada peningkatan kualitas struktural kota bandung (yg ini jangan sampai hanya teori aja, jangan sampai malah dikorup oleh orang2 yg gak bertanggung jawab)

yin-yang, siang-malam, pagi-sore, menang-kalah, plus-minus. .. semua ya ada konsekuensinya....

apakah dengan mempertahankan baksil, kualitas hidup masyarakat bandung akan lebih baik? atau akan bertahan seperti sekarang ini?

atau dengan mengembangkan baksil seperti rencana sekarang akan membuat bandung semakin hancur?

tidak gampang untuk menjawab pertanyaan di atas apabila kita tidak berpikir dengan hati yang jernih dan logika yang baik.

kesimpulannya, maksud dan tujuan mengembangkan baksil tentunya dilandasi oleh hal yang baik. semangat untuk memajukan bandung ditinjau dari multi disiplin, namun ya itu tadi, tentunya akan ada konsekuensi-konsekuensi yang akan terjadi. yang penting, segala konsekuensi negatif harus dipikirkan matang-matang, dan dicari jalan keluarnya....

kalo ada anak kecil yang sedang bermain lumpur, sebaiknya kita ajak dia untuk mandi yang bersih, bukan mencegahnya bermain.......

ya sudah....
-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin menanggapi blog ini secara objektif. saya bukan dari pihak egi, bukan dari pemerintah, saya cuma masyarakat biasa yang ingin memberikan pendapat aja&#8230;.</p>
<p>babakan siliwangi terdiri dari pepohonan yang ada di tengah kota, punya fungsi sebagai daerah resapan air. selain itu baksil juga sebagai sebagian kecil komunitas seniman bandung.<br />
sebelumnya juga ada rumah makan babakan siliwangi (sejak saya datang ke bandung 1993, saya belum pernah melihat keberadaannya secara persis, mungkin karena tidak terlalu laku ya?).<br />
Baksil juga secara tidak langsung menjadi akses masuk ke tempat aktivitas olah raga di sabuga.</p>
<p>apabila mau direncanakan suatu tempat kegiatan publik (saya anggap seharusnya, sebaiknya sewajarnya baksil sebagai tempat kegiatan publik. tidak melulu wisata kuliner saja), rasanya sah-sah saja&#8230;. jika kekhawatiran akan berkurangnya   ruang hijau di tengah kota yang berfungsi sebagai resapan air, maka itu hal yang wajar. teknologi bangunan seharusnya bisa mengatasi hal ini, walaupun tentunya penurunan kualitas resapan &amp; lingkungan hijau tetap terjadi.</p>
<p>rasanya kita yang hidup di tengah kota (bandung khususnya) memang tidak bisa menghindari penurunan kualitas lingkungan kota bandung. sekalipun baksil, punclut, dago pakar tidak ada pembangunan, rasanya dampak global warming tetap terjadi di bandung.</p>
<p>bandung (juga kota lainnya di indonesia) punya masalah lain, seperti masalah perekonomian (kurangnya lapangan pekerjaan). pemerintah kota tentunya juga berpikir bahwa masalah ini juga harus diselesaikan.</p>
<p>pembangunan baksil sebagai tempat aktivitas publik, sedikit banyak akan berimbas pada penurunan tingkat pengangguran.</p>
<p>yuk kita hitung plus minusnya apabila baksil dikembangkan jadi tempat kegiatan publik :<br />
1. minus :<br />
- area hijau berkurang (imbasnya tentu banyak, seperti yg sudah disebutkan oleh yg lain&#8230;)<br />
- kemacetan bertambah di jl siliwangi &amp; sekitarnya (imbasnya juga banyak, rasanya juga sudah disebutkan oleh yg lain&#8230;)</p>
<p>2. plus :<br />
- peningkatan kualitas ruang publik di daerah siliwangi<br />
- peningkatan animo masyarakat terhadap baksil, khususnya para seniman baksil yang mengandalkan hidupnya pada keberadaan baksil<br />
- bertambahnya lapangan kerja (sedikit, cuma nol koma sekian persen dari jumlah pengangguran di bandung)<br />
- bertambahnya pendapatan kota bandung, yang berimbas pada peningkatan kualitas struktural kota bandung (yg ini jangan sampai hanya teori aja, jangan sampai malah dikorup oleh orang2 yg gak bertanggung jawab)</p>
<p>yin-yang, siang-malam, pagi-sore, menang-kalah, plus-minus. .. semua ya ada konsekuensinya&#8230;.</p>
<p>apakah dengan mempertahankan baksil, kualitas hidup masyarakat bandung akan lebih baik? atau akan bertahan seperti sekarang ini?</p>
<p>atau dengan mengembangkan baksil seperti rencana sekarang akan membuat bandung semakin hancur?</p>
<p>tidak gampang untuk menjawab pertanyaan di atas apabila kita tidak berpikir dengan hati yang jernih dan logika yang baik.</p>
<p>kesimpulannya, maksud dan tujuan mengembangkan baksil tentunya dilandasi oleh hal yang baik. semangat untuk memajukan bandung ditinjau dari multi disiplin, namun ya itu tadi, tentunya akan ada konsekuensi-konsekuensi yang akan terjadi. yang penting, segala konsekuensi negatif harus dipikirkan matang-matang, dan dicari jalan keluarnya&#8230;.</p>
<p>kalo ada anak kecil yang sedang bermain lumpur, sebaiknya kita ajak dia untuk mandi yang bersih, bukan mencegahnya bermain&#8230;&#8230;.</p>
<p>ya sudah&#8230;.<br />
-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ninoi</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-500</link>
		<dc:creator>ninoi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 03:03:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-500</guid>
		<description>bingung jg ya saya baca di koran pemerintah mau bangun rumah makan dengan memberi ijin sama istana itu, pihak itb mau bikin tempat parkir, apa gak sama2 menghancurkan lingkungan kalau yg dimaksud selamatkan baksil itu adalah baksil dibiarkan seperti skr apa adanya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bingung jg ya saya baca di koran pemerintah mau bangun rumah makan dengan memberi ijin sama istana itu, pihak itb mau bikin tempat parkir, apa gak sama2 menghancurkan lingkungan kalau yg dimaksud selamatkan baksil itu adalah baksil dibiarkan seperti skr apa adanya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: coretanpinggir</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-494</link>
		<dc:creator>coretanpinggir</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 08:10:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-494</guid>
		<description>Ikutan teriak... Selamatkan baksil!!!! Oiii... urang Bandung :)!!

Popop</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ikutan teriak&#8230; Selamatkan baksil!!!! Oiii&#8230; urang Bandung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> !!</p>
<p>Popop</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luck13y</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-480</link>
		<dc:creator>luck13y</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 11:29:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-480</guid>
		<description>selamat menunaikan idul fitri ya.. Tuhan pimpin perjalanan mudiknya :D kalau ga mudik ya selamat menikmati kebahagiaan di rumah tercinta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat menunaikan idul fitri ya.. Tuhan pimpin perjalanan mudiknya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  kalau ga mudik ya selamat menikmati kebahagiaan di rumah tercinta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luck13y</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-479</link>
		<dc:creator>luck13y</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 11:27:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-479</guid>
		<description>wooi kumaha mudik teu aa??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wooi kumaha mudik teu aa??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ijin ke Belakang Dulu&#8230; &#171; Sesaat Sebelum Mati</title>
		<link>http://bagjapatria.wordpress.com/2008/09/13/selamatkan-babakan-siliwangi/#comment-459</link>
		<dc:creator>Ijin ke Belakang Dulu&#8230; &#171; Sesaat Sebelum Mati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 04:44:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bagjapatria.wordpress.com/?p=111#comment-459</guid>
		<description>[...] oleh Abah juga  (banyak orderan juga doi) 3. Menindaklanjuti kritik saya dan teman-teman tentang Babakan Siliwangi kepada Kang Dada Rosada yang hingga saat ini belum digubris  4. Membalas komentar teman-teman dan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] oleh Abah juga  (banyak orderan juga doi) 3. Menindaklanjuti kritik saya dan teman-teman tentang Babakan Siliwangi kepada Kang Dada Rosada yang hingga saat ini belum digubris  4. Membalas komentar teman-teman dan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
