Sesaat Sebelum Mati

Hentikan Tayangan KRIMINAL di Televisi !

Pembunuhan berantai, perilaku mutilasi, penculikan, pemerkosaan, pencabulan dan berbagai tindakan terkutuk lainnya banyak sekali kita saksikan di televisi. Setiap hari kita selalu dijejali dengan berita yang membuat kita mengernyitkan dahi.

Apa ada guna dan manfaatnya?

Tolong jelaskan kepada saya jika ada di antara Anda yang menganggap itu berguna. Untuk meningkatkan kewaspadaan, begitu alasan semua stasiun televisi.

Lalu untuk apa mereka menayangkan setiap langkah dan tahapan yang dilakukan oleh seorang pelaku mutilasi?

Apa contoh kewaspadaan yang dapat kita tiru saat semua stasiun televisi itu menceritakan secara rinci kronologis dari pembunuhan yang dilakukan, bagaimana pelaku menikam korbannya puluhan kali, atau saat pelaku membersihkan darah dan membuang mayat korban ke sebuah selokan?

Saat tindakan penculikan, pemerkosaan diungkap sedemikian jelas, mana yang lebih besar pengaruhnya, peringatan kepada kita untuk lebih menjaga diri, atau penjelasan untuk para calon-calon pelaku kejahatan dalam menunaikan misi?

Coba kita pikirkan dan renungkan…

Apa kita mau, anak-anak kita, saudara, dan orang-orang sekitar kita dipaksa untuk terbiasa melihat kekerasan, hingga saat mendengar berita mengenai seorang anak yang membunuh ibu kandungnya sendiri mereka hanya berujar, “Ah itu sih biasa, kemaren ada anak yang membunuh satu keluarga, dimutilasi lagi”.

Jika Anda bertanya kepada saya, dengan lantang saya menjawab, “TIDAK!!!

(terinspirasi saat libur kerja dan yang dapat disaksikan di TV hanya berita kriminal –dengan diselingi sinetron tentunya-)

July 24, 2008 - Posted by | Opini

14 Comments »

  1. iya bner banget Rul!!!
    gita juga ga suka tuh ngeliat yang bgitu2..apalagi untuk orang spertiku yang skarang ini lagi nganggur2 aja sambil ngerjain TA..dan aku perhatiin, tayangan model bgitu tuh sehari bisa dtayangin berkali-kali di TV dengan acara yang berbeda-beda padahal tayangannya itu smua..

    Comment by gita | July 24, 2008 | Reply

  2. setubuh rul… mana sekarang banyak anak-anak lebih sering ngabisin waktu nonton tipi…
    Btw, klo gw malah shock pas kemaren nonton SSTI (tayang jam 18.00), masa anak kecil udah berani meras orang lain (lebih tua lagi). Kacau nih…

    Comment by ry | July 24, 2008 | Reply

  3. @gita n ry
    yuks kita kampanye…
    “Hilangkan Tayangan Kriminal di Televisi”

    SSTI kan termasuk dalem kategori siaran yang berbahaya menurut KPI, tapi belum ada tindakan apa-apa neh..

    Comment by Rully Patria | July 24, 2008 | Reply

  4. boleh2. eta gambar nu diluhur ti mana? kan bisa dijadiin banner tuh ntar.
    btw, ijin copas yah…

    Comment by ry | July 24, 2008 | Reply

  5. siap..
    di sebar oge leuwih alus ya…
    kamari ngajieun…

    Comment by Rully Patria | July 24, 2008 | Reply

  6. Ta aya gunana pisan nayangkeun acara kriminal nu jiga kitu mah. Komo ditayangkeun di waktu primetime mah. Komo deui acarana teh disambung ku sinetron. Kacida teuing…

    Yuk atuh urang kampanyekeun ku sararea..

    Eh, kang Rully.. saya mah Gilang anu lain deui. Hehe… Salam kenal oge nyak,.. ^^

    Comment by GiE | July 24, 2008 | Reply

  7. klo menurut gw sih, itu suatu imbas dari kemudahan akses informasi jaman sekarang yang belum jelas batas-batasnya..seandainya udah ada batas dan sanksi yang jelas tentang tayangan-tayangan begituan sih mungkin bisa lebih baik dan bermutu..

    *ngemeng apaan sih gw..

    oh iya rul..udah dibales lagi tuh commentnya..udah diralat doanya..kwkwkwk

    Comment by junjuniawan™ | July 25, 2008 | Reply

  8. @GIE
    sok akh, mulai ya kampanyenya..mungkin dari nyebarin email ke millis2.. nanti saya cari juga email stasiun TV yang bersangkutan, bisa buat kritik dan saran

    @jun
    kemudahan akses sih perlu banget, tapi bukan berarti buat nyebarin hal yg bisa ngerusak mental kan..
    – gw liat dulu akh comentna.. awas klo tambah jelek😛 –

    Comment by Rully Patria | July 25, 2008 | Reply

  9. setuja rul…
    Biar bagaimana juga kita kan maunya kelembutan rul,bukan kekerasan,wkwkwkw…😀

    Mungkin berita2 seperti ckp diungkap secara implisit,dan tidak perlu setajam silet,huahahah…

    Comment by abah | July 25, 2008 | Reply

  10. bagi pengelola TV itu kan yang penting rating, kang. mereka tak cukup peduli akan dampak efek tayangannya pada masyarakat luas. tayangan kriminal, setan2 yg ga jelas, sinetron2 ngga masuk akal, semua itu pertimbangannya hanya rating. kak seto bilang tayangan Tv hanya 1% yg mendidik. artiya 99% tidak mendidik. hmmm…, bagaimana ini depkominfo…?

    Comment by zulkarmen | August 19, 2008 | Reply

  11. @abah
    yupz.. untuk jangka pendek cukup kurangi, tapi tetap aja jangka panjangnya sih lebih baik diTIADAKAN..

    @Zulkarmen
    ya gitu deh Kang Zul..
    saya hanya takut generasi Indonesia nanti makin terbiasa dengan adegan kekerasan seperti itu..😦

    Comment by Rully Patria | September 15, 2008 | Reply

  12. Tayangan sinetron kayaknya juga perlu dihapuskan
    banyak memberi contoh yang ga benar

    Comment by gamecheats | January 22, 2009 | Reply

  13. Berat karena masih bnyak orang yang suka tayangan sejenis… apalagi mafia televisi yg mengutamakan duit daripada moral.

    Comment by Dins | June 5, 2009 | Reply

  14. parah memang kalo kita melihat kondsi sekarang. tugas kita adalah menjaga keluarga kita agar tidak terbawa hal2 negatif dari TV

    Comment by anang nurcahyo | January 13, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: