Sesaat Sebelum Mati

Lomba Foto Aku dan PLN

Ada sedikit info nih, itung-itung menu buka puasa blogging yang sudah berjalan hampir tiga tahun ini.

Yupz, PLN Area Bengkulu mengadakan lomba foto dengan tema “Aku dan PLN”. Cuman butuh narsis ria di depan kamera -boleh pake kamera HP, DSLR atau apapun- trus add Facebook PLN-Area Bengkulu dan upload photo kamu di wall mereka, bisa dapet BB brur!

Lomba Foto HLN PLN Area Bengkulu

Lomba Foto Aku dan PLN

Kalo mau nanya, baca dulu faq berikut ya,

Gw bukan pegawai PLN, boleh ikutkah?

Bolehlah, lomba ini justru terbuka untuk umum namun tidak berlaku bagi Karyawan/ti dan Karyawan Koperasi PT PLN (Persero). Jadi kalo ada karyawan PLN yang mau ikutan harus tanda tangan surat putus kontrak dulu.

Ciiuuss ? mi apa?

Serius banget ni lomba, ikutan ya

ga punya kamera nii..

hare genee?? masih punya HP yang ada kameranya kan? bisa juga tuh dipake yang penting jelas dan sesuai aja antara foto dan tema/subtema yang dipilih

ga punya HP

hmm.. masih punya temen kan? pinjem dah

waa pengen ikut, tapi sayang jauh..

nah, sebenernya ni lomba terbuka buat siapa aja dan di mana aja. Tapi memang untuk pengambilan hadiah cuma di PLN Area Bengkulu aja. Hadiah akan diberikan secara simbolis di upacara peringatan Hari Listrik Nasional. Jadi kalau kamu menang dan tidak punya kesempatan untuk mengambil hadiah, biar saya wakili… dan nikmati 🙂

sampai tanggal 23 Oktober 2012 doank?

yupz. mangkanya cepetan.

ga ada pertanyaan lagi kan?

eh, ketinggalan, caranya buka facebook gimana ya?

…..

October 9, 2012 Posted by | Lomba, Pengalaman Hidup | , , | 5 Comments

Antara Bandung dan Bengkulu

Satu tahun lebih nampaknya…

Ketika saya memutuskan untuk sejenak berhenti dari fenomena blogging, alasannya mungkin masuk akal. Kesibukan sebagai bawahan yang menyebabkan waktu selalu berlalu dengan bermacam target. Namun ada yang hilang. Di sela-sela pekerjaan, situs yang saya kunjungi tak lebih dari gmail, kaskus, detik, mukabuku dan saran mang gugel dari pertanyaan yang saya ajukan. Rasanya sama seperti yang ditunjukkan anggota DPR akhir-akhir ini akan kasus Century sindrom gatelberpendapatisme sudah mulai meracuni saya kembali. Apa diijinkan?

Sampai jumpa Bandung, selamat datang Bengkulu.

Sudah lebih dari sembilan bulan saya berada di kota gempa ini. Hanya kebun sawit tanpa gedung tinggi, sepi, nampak pedalaman dengan masyarakat yang kurang mengecap pendidikan. Eitsss, itu kesan pertama yang saya dapat saat belum menginjak bumi raflesia ini.

Masjid Akbar - Bengkulu

Masjid Akbar – Kota Bengkulu

Langit Bengkulu

Langit Bengkulu

Masih seBIRU inikah Bandung?

Masih sebiru inikah Bandung?

Menjemput Malam - Kota Bengkulu

Menjemput Malam – Kota Bengkulu

Danau Dendam tak Sudah

Danau Dendam Tak Sudah – Bengkulu

Simpang Lima - Kota Bengkulu

Simpang Lima – Kota Bengkulu

Taba Penanjung - Bengkulu

Jika melihat foto ini Anda merasa pusing, Anda tidak cocok di Bengkulu 😀

Foto doank?

Yupss, itung-itung melepas rindu dengan dunia ini. Mohon kerja sama teman-teman untuk menerima saya kembali 🙂

Turut Mengundang:

AA Arman
Abah
Achoey sang khilaf
Adam Somantrie
ADITYA RAHMAN
Afwan Auliyar
Aghofur
Agn ‘Jalan Kita’
Agung Mojosari
Akhmad Deniar
Akhmad Guntar
AKI-na Batagor
Ammar \’s Stories
Anangku
Angga\’s Blog™
Anggie
Anya
Ario saja
Arthur
Arul
ARYA
Asri
Asyafe
Awangga
Aziz Raharjo
Bagus Rully
Bakawan
Bambang Saswanda
Banyu
Bayu Mukti
Bayu Rimba
CaCtuS
Cantigi
Carra\’s World
ChicLicious
Coretanpinggir
Dhedhi
Dian Apriany
DianD
Edratna
Emfajar
Fauzan Azmi
Gilang R
Grace Isabella
Gugum
Hakimtea
Hanggadamai
Hariyadi ‘Maramis’
Helld4
Herdianto
Ichanx
Ihwan BBV
Ika ‘Kulkas’
Iman Potter
Indra KH
Inuyasha
Irwan ‘brainhunter’
Iwan ‘Akang Dahsyat’
JUN JUNIAWAN
Kemal
Kindy
Kuncoro
Laprania
Lucky-Infotainment
Ly ‘mahadewi’
Lyla
M. Amrul
M2M Blog
Ma2nn Smile
Mada
Maruria
Muhammad Yorga
Myryani
Nafi’ Abdul Hakim
Nias Zalukhu
Nyurian
Odie
Om Poerba
Pakde
Panda on Blogspot
Petani Internet
Qizinklaziva
Radix Hidayat
Redesya
Rendy Maulana
Retno Damar
Rindu
Riska
RITA NUSA INDAH
Rizki ‘akaike’
Rorizki
Safruddin Noor
Sarah
Sawali T.
Senny
Shally Pristine
Shelly
SigiD
Sigit
Silent Reverie
Sylvia Putri
The Gands
TiFanDhaLuhzAn
Tuwloh
Wendra
Wildan Aliviyarda
Wirawan
Yudha P S
Zakaria Ritonga
Zulkarmen

December 11, 2009 Posted by | Pengalaman Hidup | , , | 65 Comments

4 Tahun

October 7, 2008 Posted by | Pengalaman Hidup | Comments Off on 4 Tahun

Selamatkan Babakan Siliwangi!

Sepertinya ada yang salah dengan cara pandang pemimpin Bandung dalam usaha memajukan kota yang kita cintai ini. Wacana mengubah sebagian wilayah babakan siliwangi menjadi rumah makan menimbulkan pertanyaan besar. Berikut kutipan dari artikel karya Kang Aswi yang menarik untuk dicermati,

Banyak yang tidak paham bahwa ciri kota yang sakit adalah banyaknya mall-mall yang berdiri karena pembangunan mall dipastikan telah memangkas ruang publik. Kota yang baik adalah kota yang bisa menyediakan kebahagiaan bagi penduduknya yang bukan diukur dari pendapatan perkapita atau kemajuan teknologinya. Kota yang baik membutuhkan tempat untuk masyarakatnya dapat berjalan kaki, sehingga mereka bisa berkumpul bersama. Kota yang baik harus menghormati harga diri manusia. Bahkan di kota-kota maju seperti New York, London dan Paris saja, masyarakat masih bisa berkumpul di ruang-ruang publik seperti jalan dan taman kota. Di mana semua orang memiliki hak yang sama..”

Babakan Siliwangi merupakan satu dari sedikit area hijau di kota Bandung yang masih tersisa dan sudah seharusnya menjadi daerah resapan air. Apa belum cukup tempat wisata kuliner di kota ini sehingga pemerintah merasa perlu mendirikan satu lagi tempat makan? Ya benar, sekadar tempat makan yang mengatasnamakan kepentingan bisnis penghasil uang untuk si empunya dalam hal ini PT Esa Gemilang Indah (Istana Group).

Mari Bergerak!

Sebuah petisi online mengenai babakan siliwangi telah didengungkan. Jika Anda termasuk yang tidak setuju dengan rencana pendirian rumah makan di kawasan babakan siliwangi ini dapat menyalurkan pendapat Anda melalui petisi online di Save Babakan Siliwangi. Mari bergerak demi kota Bandung yang sama-sama kita cintai ini.

Tong cicing wae atuh, hayu bebenah Bandung. SAHA DEUI LAMUN LAIN URANG!

Lihat juga:

1. Save Babakan Siliwangi : Manifesto Babakan Siliwangi
2. AA Arman : Selamat Tinggal Babakan Siliwangi?
3. Jalan Kita : Selamatkan Babakan Siliwangi
4. Kang Wahyu Wijayanto : Babakan Siliwangi
5. Kang Kemal : Save Babakan Siliwangi
6. Kang Ridwansyah Yusuf Achmad : Doa untuk Babakan Siliwangi
7. Kang Radix Hidayat : Selamatkan Babakan Siliwangi!
8. Kang Budi Rahardjo : Hutan Lebat Siliwangi Mau Dijadikan Mall(PvJ Part 2)?
9. Teh Lia : Selamatkan Babakan Siliwangi
10. Kang Septian Setyoko : Selamatkan Baksil Kita!!!
11. Kang Arthur : Baksil ohh Baksil
12. Kang Adrian Priambudi : Selamatkan Baksil Juga
13. Teh Shally Pristine : Selamatkan Babakan Siliwangi, Kami Tidak Butuh Mal Baru!
14. Kang M. Yorga : Selamatkan Babakan Siliwangi

(Ditulis sebagai bentuk kepedulian terhadap kota Bandung yang saya cintai)

September 13, 2008 Posted by | Opini, Pengalaman Hidup | , , , , , | 67 Comments

Jangan Ambil Pahalaku!

Saya yakin semua dari kita sudah tahu bahwa batalnya puasa dikarenakan makan dan minum. Namun terkadang kita lupa dengan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa dan biasa kita lakukan sehari-hari. Diantaranya:

  • Tidak dapat mengontrol emosi

Seringkali saat berangkat menuju kantor di tengah padatnya lalu lintas, tiba-tiba pengendara lain menyalip kendaraan kita seenaknya dan yang kita lakukan,

Woii brengsek emang ini jalanan punya bapakmu apa?

berkurang pahala kita dua point, karena memaki orang sekaligus menghina orang tuanya 😛

  • Terpancing hawa nafsu

Masih di jalan, lebih dari banyak kita melihat perempuan yang memakai rok mini, celana sangat pendek, legging yang sedang in saat ini, memamerkan kaki yang belum tentu seksi dan kita berujar,

Wuiii mulus banget, coba kalau…

terbuanglah sebagian pahala kita.

  • Berpikiran buruk

Saat tiba di kantor, si bos langsung mendekati dan memberi setumpuk berkas yang harus segera dikerjakan disertai dengan bentakan, lagi-lagi kita bergumam,

Suka seenaknya aja si bos ini, ga tau apa orang baru duduk. Dia ga puasa kali..

tuh kan, terpancung lagi pahala puasa yang ingin kita raih.

  • Membicarakan kejelekan orang

Istirahat kerja, kita menyalakan televisi yang menampilkan tayangan infotainment. Muncul sesosok Julia Perez mengenakan kerudung. Tidak salah lagi terjadi pembicaraan,

Hm.. pas Ramadhan doank kerudung abis itu paha kemana-mana lagi
Yah, namanya juga artis ga ada yang bener” sekarang teman sekantor ikut nimbrung.

dan terjadilah pemotongan pahala puasa massal.

  • Melukai perasaan orang

Tiba waktu pulang kita bergegas menuju rumah dimana menunggu istri atau orang tua yang telah berpeluh ria menyiapkan hidangan berbuka. Menu berbuka kali ini, segelas air hangat disertai bala-bala lengkap dengan cabai. Tanpa kolak pisang kesukaan atau sekadar teh manis dan kita pun berkata,

Ma, kok cuman ini aja bukanya, ngapain aja dari tadi?

seketika hati orang terkasih terluka, saat itu pula pahala kita diiris -mungkin- hingga habis.

Oke, kita berhenti menunjuk kesalahan pribadi dan mulai memikirkan untuk mencari solusi mencegah hal-hal di atas terjadi. Kesadaran dari kedua belah pihak dalam hal ini sangat diperlukan. Berikut pengungkapannya:

Untuk pengendara yang tidak teratur
Tahukah Anda?
Pahala puasa Anda pun berkurang karena membahayakan keselamatan orang lain serta menyebabkan saya tidak dapat mengontrol emosi dan memaki Anda dan bapak Anda.

Wahai perempuan dengan kaki yang belum tentu seksi
Tahukah kamu?
Pahala puasamu ikut terbuang karena mempertontonkan aurat memicu hawa nafsu saya dan mungkin banyak laki-laki lain dengan melihat kakimu yang belum tentu seksi itu.

Kepada bos yang suka membentak
Tahukan bapak?
Alangkah lebih nyaman saat tugas -meskipun setumpuk- diberikan dengan sebuah senyuman. Pahala puasa bapak juga terpancung karena membuat saya berpikiran buruk tentang bapak.

Para pengelola infotainment dan stasiun televisi penyedia tayangan
Tahukah kalian?
Pahala puasa kalian terkuras karena menyebabkan pemotongan pahala puasa massal pada orang yang menonton acara pengumbar keburukan seseorang tersebut. Mari tambah pahala kalian dengan menyuguhkan tayangan bermanfaat dan mendidik.

Untuk istri atau orang tua kita
Tahukah kasihku?
Tidak, pahala puasa engkau tidak berkurang sedikitpun. Pahala puasa saya dan semua orang yang tidak menghargai keringat engkau sudah sewajarnya diiris sampai habis.

Masih tersisakah pahala puasa kita?

(Ditulis untuk semua orang yang telah mengambil sebagian besar pahala puasa saya 😦 )

September 7, 2008 Posted by | Pengalaman Hidup, renungan | , , , , | 58 Comments

Pagi Ini Dompet Memberiku Pelajaran

Tanpa kita sadari, hal-hal kecil dan terlihat biasa ternyata bisa membuat kita merenung. Pagi ini dompet hitam semi kulit tak bermerk yang saya beli seharga lima ribu dipinggir jalan beberapa tahun yang lalu memberi saya sebuah pelajaran. Yupz, sebuah dompet.

Saya terbiasa untuk menyimpan sesuatu yang dibutuhkan pada tempat yang selalu dibawa dengan tujuan agar ketika diperlukan tak jauh mencari dan tak ada resiko tertinggal. Mungkin ini juga bisa dijadikan tips (hm.. udah kayak acara masak aja neh) untuk yang selalu membawa uang sedikit –saya tidak pernah mengatakan tidak punya uang karena bisa menumbuhkan rasa pesimis dalam diri- dalam dompetnya. Oke, mari kita bongkar isi si hitam-semi-kulit-tak-bermerk ini:

– Mantan tiket Primajasa Bandung-Bekasi

– Sebuah foto diri berpose agak manis 😀

– ATM debit Mandiri

– SIM

– STNK yang November ini harus diperpanjang

– Kartu nama Ta*fik Abriansyah (lupa klo ini siapa ya?)

– Kuitansi pembayaran HP Esia

– Kartu nama Nur**n S, Produser dan pencipta lagu 😛

– Kertas lusuh berisi nomor telp (pantes phone book HP kosong)

– Kuitansi HP CDMA V300 lengkap dengan hands free

– Catatan doa-doa pendek sesudah shalat

– Alamat salah satu villa di Ciwidey

– KTP dan fotokopinya

– Pas photo

– Tanda bukti transaksi ATM

– Tanda bukti transaksi ATM

– Tanda bukti transaksi ATM 😀

– Dan tak sepeserpun uang di pagi ini

Pelajaran pagi ininya mana Pak?

Sabar, begini ceritanya. Pagi ini saya mengeluarkan semua isi di dompet untuk mengambil pas photo yang kebetulan ada di bagian dalam. Setelah memastikan bahwa itu benar pas photo milik saya, semua benda di atas saya coba masukkan sekaligus ke dalam dompet, dan ya Anda benar, tidak berhasil. Padahal sebelum dikeluarkan, semua isi itu bisa dengan nyaman berada di dalam. Karena tidak ingin dompet lima ribu itu hancur berkeping-keping, akhirnya saya coba untuk memasukkan satu persatu dan tentu saja berhasil.

Apa yang sudah saya lalui dalam hidup seketika saja terangkum pada peristiwa kecil itu. Terkadang kita selalu ingin meraih hasil maksimal tanpa terlalu memikirkan sesuatu yang disebut proses. Padahal proses itulah yang sebenarnya membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Saat di bangku sekolah, saya lebih nyaman belajar dengan sistem kebut semalam dan berhasil dengan nilai bagus untuk standar saya pada waktu itu, mencoba menjejalkan ilmu yang dipelajari selama satu semester dalam waktu semalam. Namun hasilnya sangat sedikit ilmu yang bisa saya kenang sampai saat ini. Sebelum tahu untuk menghasilkan sebutir beras itu perlu kerja keras, saya tidak pernah merasa bersalah untuk membuang sisa nasi yang padahal saya sendiri yang mengambilnya dengan penuh nafsu memenuhi piring.

Dan satu hal lagi, peristiwa di pagi ini membuat saya sadar, saat menghadapi sebuah kegagalan saya hanya harus berpikir ulang mengenai penyebabnya. Apa karena saya kurang berusaha mendorong atau memang tujuan yang ingin dicapai terlalu besar. Jika jawabannya adalah yang kedua berarti saya harus mulai mencoba meraih tujuan itu sedikit demi sedikit, satu demi satu, dan proses demi proses.

Just like the old says

Sesuatu yang naik dengan cepat akan mengalami turun dengan cepat pula dan sesuatu yang diraih dengan kerja keras niscaya mampu bertahan lebih lama dari yang kita sadari…

August 12, 2008 Posted by | Pengalaman Hidup | 32 Comments

Jika Aku Menjadi : Walikota Bandung

Tanggal 10 Agustus nanti, segenap warga Bandung akan memilih secara langsung siapa tokoh yang memimpin Bandung. Berikut para calon walikota yang kini sedang ‘bertempur’ meraih simpatik warga.

Saya tidak akan melakukan justifikasi dengan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan setiap calon, karena saya percaya warga Bandung yang lain jauh lebih pintar dari saya dalam menentukan pemimpin kita nantinya. Siapa pun pemenangnya, diharapkan dapat membawa Bandung ke arah yang lebih baik.

Naha geuning kitu pamingpin teh?” (Kok gitu ternyata pemimpin kita?)

Ku naon Bandung teuh jadi kieu?” (Mengapa Bandung jadi seperti ini?)

Mana jangji basa kampanye kamari?” (Mana janji sewaktu kampanye?)

Daftar pertanyaan di atas sering kali terlontar saat pemimpin yang kita pilih ternyata tidak sesuai dengan harapan. Namun menyesal pun sudah terlambat saat itu. Maka, sebelum menyesal dikemudian hari, saya mencoba untuk berangan-angan apa yang akan saya lakukan jika saya menjadi walikota Bandung periode 2008-2013. Mudah-mudahan menjadi doa yang dapat disampaikan pada para calon pemimpin kita. Perlu diingat, angan saya hanya berdasarkan pada apa yang saya lihat dan rasakan dengan kondisi Bandung saat ini, tentu tanpa memperhitungkan statistik dan segala permasalahan yang mungkin sengaja dibuat sesungguhnya di lapangan.

Pencemaran Udara

Masih berbekas dengan jelas di ingatan saya, dingin dan segarnya udara Bandung sehingga tiap kali saya pulang (hingga 4 SD saya bemukim di Tangerang) ke kota ini, jaket adalah perlengkapan penting menjelang tidur. Namun sekarang, apa Anda menyaksikan acara audisi Indonesia Idol beberapa waktu lalu yang disiarkan secara langsung, ketika itu dengan lantangnya sang pembawa acara berkata “Ternyata Bandung panas ya” dan pasangannya pun menjawab “Banget!!“. Padahal waktu saat itu baru menunjukkan pukul 8 pagi. Berikut langkah akan saya lakukan untuk mengembalikan kesegaran udara di Bandung:

  • Melakukan uji emisi terhadap semua jenis kendaraan (terutama angkutan umum -baca:BIS-) secara berkala. Dan hukuman untuk yang tidak lulus, ada dua pilihan: peremajaan atau larangan pengoperasian
  • Larangan merokok di angkutan umum, yang kemudian akan dikembangkan menjadi larangan merokok ditempat umum setelah pembangunan tempat-tempat khusus merokok (baca:bilik bebas merokok) selesai

  • Pengembalian fungsi daerah resapan air, jika Anda perhatikan banyak sekali taman-taman kota yang dibangun, tapi tidak jelas manfaat yang ingin dicapai, lihat taman Cikapayang, taman Pramuka, taman Telkom, adakah Anda merasa nyaman berada disana? Dari sedikit taman kota yang dapat menjadi resapan air ada taman Cilaki, taman Maluku, Taman Ganesha namun kondisinya memprihatinkan dengan sampah menjadi hiasannya. Dan bagaimana dengan pepohonan di daerah Dago atas hingga Lembang, tanyakan kepada para pengembang property yang membabi-buta menggantinya menjadi lapisan semen

Kebersihan Kota

Sejak tragedi Leuwigajah -sebagai bukti ketidakseriusan menangani sampah- yang sangat memilukan, Bandung tidak lagi memiliki ‘tempat sampah’ untuk menampung hasil dari ‘keserakahan‘ warganya. Hal yang sering dilupakan orang adalah, sampah itu komoditi, peluang usaha dan dapat menjadi sumber devisa daerah yang tidak sedikit. Syaratnya, kelola dengan baik.

  • Penyediaan tempat sampah di jalan-jalan kota. Pernah saya membawa sampah bekas minuman dari daerah Dayeuh Kolot (Bandung Selatan) dengan niat membuangnya di tempat sampah yang tersedia sepanjang perjalanan pulang. Dan saya baru berhasil menemukannya (tempat sampah -red) di rumah saya di daerah Sukamiskin (Bandung Timur). Cara penyediaan tempat sampah ini bisa dikatakan mudah, lakukan kerja sama dengan sponsor (mulai dari produk sabun kebersihan kulit hingga produk rokok), dimana mereka menyediakan tong sampah yang berisi promosi untuk menggunakan produk tersebut. Iklan untuk mereka dan kebersihan untuk kita. Jangan lupa bahwa jenis tempah sampah ini dibagi menjadi dua bagian, untuk sampah organik dan sampah anorganik
  • Pemberdayaan usaha daur ulang, seperti saya sebut sebelumnya, sampah adalah komoditi. Setelah pengadaan tempat sampah, saya akan melakukan sosialisasi pada masyarakat pentingnya membagi sampah organik dan anorganik dan menjelaskan bahwa sampah bisa menghasilkan uang. Detail pengolahannya seperti ini, atau ini.
  • Pangbersihna Award (penghargaan daerah terbersih). Setelah pembelajaran, saya adakan kompetisi daerah terbersih, cakupannya dapat per-kelurahan untuk meningkatkan rasa memiliki di setiap diri warga Bandung. Bandung Milik Kita, bukan Hanya Kamu dan Saya.
  • Mendukung penuh komunitas cinta Bandung. Menjaga dan memelihara Bandung bukan hanya tugas pemerintah. Bandung kotor bukan hanya salah walikota, oleh karena itu saya akan mendorong komunitas-komunitas yang ada untuk lebih terlibat memelihara Bandung. Pemerintah sangat membutuhkan kaum muda seperti komunitas Batagor.net, para pemuda Karang Taruna, hingga komunitas bobotoh Persib untuk selalu memberikan kreasi dan inovasi demi kemajuan kota Bandung

Kualitas Sumber Daya Daerah

Penduduk kota Bandung yang berjumlah 3.210.982 jiwa 167,67 km² adalah sumber daya potensial yang dapat digali untuk memperbesar pendapatan daerah Bandung. Namun kondisi saat ini, sebagian besar dari mereka masih termasuk golongan konsumtif, hanya bisa meminta, menggunakan tanpa bisa menghasilkan. Oleh karena itu, saya sebagai walikota Bandung mencoba untuk ‘membangunkan’ potensi-potensi yang tersembunyi di tiap-tiap diri warga Bandung.

  • Urang Bandung Award, yaitu penghargaan yang diberikan pada warga Bandung yang berprestasi dan mengharumkan kota Bandung di bidang apapun. Salah satu episode Kick Andy mengenai sekelompok anak muda Bandung yang terkatung-katung di Eropa seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para ‘pejuang‘ budaya ini, mengingat mereka membawa nama Bandung (Indonesia -red) melalui konser budaya angklungnya. Diharapkan penghargaan ini akan memacu semangat untuk dapat terus berprestasi.
  • Menonjolkan kembali kegiatan Karang Taruna. Pemerintah tidak dapat setiap saat memantau warga di daerah, disinilah karang taruna berfungsi sebagai tonggak kemajuan daerah, sarana aspirasi dan benteng pertahanan dari segala penyakit masyarakat seperti narkoba, miras, geng motor hingga perkelahian antar warga.
  • Pembenahan daerah wisata. Terdapat banyak sekali tempat wisata di Bandung. Untuk wisata alam ada Maribaya, Tangkuban Perahu, Situ Lembang namun masih kurangnya fasilitas pelayanan publik menyebabkan tempat ini relatif sepi dari pengunjung, terutama akes untuk masuk. Khusus Maribaya, untuk buang air kecil pun sangat agak sulit. Setelah melengkapi fasilitas serta mempermudah akses, promosi merupakan hal yang tak kalah penting, dan situs-situs seperti http://www.thebandung.com/, http://www.visitbandung.net/ harus dapat menjadi penarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
  • Mendidik masyarakat produktif. Bukan mencarikan lapangan pekerjaan melainkan melatih warga Bandung agar dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya dan orang lain. Perlu diperhatikan, saya sebagai walikota tidak akan menyediakan sekolah umum gratis, dan sebagai gantinya saya akan menjadi fasilitator untuk warga yang ingin menjadi pengusaha. Caranya, pelatihan bengkel untuk mereka yang gemar ngoprek kendaraan, penyuluhan bercocok tanam dan berternak untuk yang tertarik menggeluti agrobisnis atau bisa disalurkan ke usaha pengolahan sampah seperti disebut di atas. Satu yang saya gratiskan adalah buku membaca dan berhitung dengan membeli hak paten dari penulis untuk semua anak di kota Bandung.

Transparansi dan Kemudahan Birokrasi

Tindakan kejahatan dapat terjadi karena ada kesempatan, begitu slogan salah satu acara di televisi. Ini juga yang mendorong saya untuk melakukan transparansi birokrasi, nantinya semua warga dapat ikut menyaksikan maju mundurnya kota Bandung tercinta ini. Intinya tidak ada kesempatan untuk korupsi.

  • Kemudahan Birokrasi. Zaman dimana kita menghabiskan waktu untuk mengurus dokumen kemasyarakatan sudah harus ditinggalkan. Ide seperti ini yang bertujuan memutus rantai birokrasi yang terlalu berbelit-belit perlu diangkat, juga keberhasilan POLRI melalui sistem jemput bola (dalam hal pengurusan surat kendaraan) dan kebijakan satu atap Dirjen Pajak akan saya terapkan secara bertahap di birokrasi kota Bandung.
  • Transparansi birokrasi. Saya bertekad membangun sistem penghubung antara walikota dengan lurah, camat, kepala desa, ketua rw bahkan ketua rt agar dapat mendengarkan secara langsung pendapat mereka mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. Caranya cukup sederhana, hanya dengan teknologi SMS Gateway. Setelah data tiap pemimpin wilayah tersebut disimpan, maka ketua rt pun dapat menyalurkan pendapatnya ke SMS center yang akan dipantau tim khusus di bawah wewenang saya langsung. Masih kurang, di hari Sabtu terakhir setiap bulan akan diadakan open house di kantor walikota di mana semua lapisan masyarakat dapat hadir dan tentunya akan ditayangkan secara langsung oleh salah satu televisi lokal seperti TVRI Bandung, Bandung TV, STV, MQ TV. Diharapkan peran media ini dapat turut menciptakan warga Bandung yang kritis, dinamis dan mandiri.

Demikian angan saya jika menjadi walikota Bandung, khususnya periode 2008-2013 ini. Apabila ada hal-hal yang dianggap impossible, mari kita sama-sama berusaha untuk menjadikannya mungkin. Untuk angan yang tidak relevan, mohon dimaafkan karena itulah yang saya rasakan dan inginkan untuk kota Bandung. Dan yang terpenting, bila ada angan yang lebih membanggakan (bukan berarti saya membanggakan) silahkan diutarakan agar calon pemimpin kita mengetahui kita bukan hanya dari tatapan kita saat mereka kampanye, tapi tahu benar apa yang kita harapkan.

*Sebuah harapan dari seorang warga Bandung*

August 3, 2008 Posted by | Opini, Pengalaman Hidup | 47 Comments